Selasa, 20 Januari 2009

Boicot

- Cafe Starbucks has contributed to Israel each year to two billion dollars from the United States benefits. Sedangkan pabrik rokok Marlboro menyumbang 12 % keuntungannya ke Israel setiap tahunya. While the factory Marlboro cigarettes contribute 12% profits to Israel each tahunya. Inilah dukungan nyata perusahaan-perusahaan Amerika kepada Zionis Israel, yang dengannya Israel membantai kemanusiaan warga Palestina. This is real support for American companies to Zionis Israel, which Israel humanitarian slaughter of Palestinians. Tak terkecuali anak-anak dan wanita. No exception of children and women.

Reaksi atas kebiadaban Israel beragam bentuknya, salah satunya adalah seruan boikot produk-produk yang menyumbang mereka. Reaction outrage over Israel various forms, is one of appeal boycott products that contribute to them.

Adalah Organisasi-organisasi Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap produk-produk AS, termasuk Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka gelar hari ini di Masjid Nasional di Kuala Lumpur. It is the Muslim organizations in Malaysia, calls for boycott of U.S. products, including Coca Cola and Starbucks coffee shop franchise in the protest action their title today in the National Mosque in Kuala Lumpur.

Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi Pengelola Restoran Muslim Malaysia sambut baik seruan ini. Consumer Association of Malaysia and the Islamic Association of Malaysian Muslim Restaurant Management welcome this appeal. Mereka tidak lagi menyediakan minuman Coca Cola dalam menu di restoran-restoran mereka yang jumlahnya ribuan. They no longer drink Coca Cola provides a menu in restaurants in their thousands in number.

“Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut serta mengirimkan pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus menganiaya umat Islam,” demikian pernyataan Asosisasi Konsumen di Malaysia. "We hope Muslim consumers fully participate to send a strong message on the Israel-allies and partners not to continue to persecute Muslims," the statement Consumer Asosisasi in Malaysia.

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad juga menyerukan boikot secara luas produk-produk AS dan mata uang dollar sebagai bentuk protes atas dukungan AS pada Israel. Former Malaysian prime minister Mahathir Mohammad also called the widespread boycott products and the U.S. dollar as the currency form of protest over U.S. support in Israel. “Mereka tidak akan mati jika tidak menggunakan produk AS,” kata Mahathir yang ikut berunjuk rasa bersama 5.000 warga Malaysia di depan kedubes AS. "They will not die if the U.S. does not use the product," Mahathir said in the sense berunjuk Malaysia with 5,000 people in front of the U.S. Embassy.

Seruan boikot produk AS pro Zionis juga dilontarkan dalam aksi massa di Italia. Appeal boycott U.S. products pro Zionis also dilontarkan in mass action in Italy. “Kita tidak bisa tinggal diam melihat apa yang terjadi di Gaza. "We can not stay silent to see what is happening in Gaza. Kami sudah mempertimbangkan untuk membuat daftar pengusaha yang memiliki kaitan dengan Tel Aviv, karena masyarakat tidak banyak tahu siapa saja mereka,” kata Giancarlo Desiderati, anggota lembaga perdagangan di Italia. We have to consider a list of employers who have a connection with Tel Aviv, because not many people know who they are, "said Giancarlo Desiderati, members of trade in Italy.

Di antara daftar produk Amerika lainnya adalah” McDonalds, BURGER KING, KENTUCKY, PIZZA HUT, COCA COLA, PEPSI COLA. Among the list of U.S. products other is the "McDonalds, Burger King, Kentucky, PIZZA HUT, Coca Cola, PEPSI COLA.

Bagaimana dengan Indonesia, konsumen besar yang menggunakan produk-produk tersebut, beranikah memboikot, sebagaimana negara-negara lainnya? What about Indonesia, most consumers who use these products, wheter we dare to boycott, as other countries?

Be careful about Najwa

"There is no good in most whisper-whisper (secret talks) them, except whisper-whisper of the person who told (people) to give charity, or do ma'ruf, or make peace among men. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena semata-mata mencari ridha Allah, maka kelak Kami memberikan kepadanya pahala yang besar (surga)”. And who do so solely because Ridha find God, and soon we give him a great reward (Paradise). " (An-Nisa’: 114) (An-Nisa ': 114)

Kata kunci (keyword) dalam ayat ini adalah “najwa“. Keyword (keyword) in this verse is "najwa." Secara bahasa, najwa merupakan sebuah istilah yang menunjuk pada pembicaraan rahasia (berbisik-bisik) yang berlangsung antara dua orang atau lebih tentang sesuatu hal. The language, najwa is a term that refers to the secret talks (whisper-bisik) that took place between two or more things about it. Namun istilah ini lebih banyak berkonotasi negatif karena seringkali pada realitasnya, kebanyakan materi najwa adalah dalam konteks kemaksiatan dan tuduhan negatif tentang orang lain atau ghibah. However, this term more often berkonotasi negative because of the reality, most of the material in the context najwa is kemaksiatan and negative accusations about other people or ghibah. Sampai Allah swt menafikan adanya kebaikan yang diharapkan dari model pembicaraan seperti ini. Until Allah menafikan the goodness that is expected from the model of speech like this. “Tidak ada kebaikan pada najwa” demikian klausul pertama dari ayat di atas melainkan jika materi yang dibicarakan adalah materi yang mengarah kepada kebaikan dan ishlah. "There is no good in najwa" the first clause of the paragraph above except if the material is discussed materials that lead to good and ishlah.

Ungkapan “kebanyakan” pada ayat di atas boleh jadi mengisyaratkan banyak dan maraknya aktivitas ini di tengah-tengah masyarakat. The phrase "majority" in the paragraph above may be more intimate and maraknya this event in the middle of the community. Bahkan seringkali dijadikan alternatif di sela-sela kejenuhan rutinitas dunia kerja atau di saat waktu luang dan kosong dari aktifitas yang bermanfaat. In fact, often used as an alternative in between the saturation routines in the world of work or during leisure activities and free from the benefit. Padahal diantara indera manusia yang paling aktif dan produktif bekerja adalah mulut, sehingga indera ini perlu dikawal dan diarahkan kepada kebaikan. But human senses among the most active and productive work is the mouth, nose, so this should be under guard, and directed towards the good. “Barangsiapa yang mampu menjaga lisannya dan anggota yang berada diantara kedua pahanya, maka aku jamin baginya surga”. "Whoever is capable of maintaining lisannya and members who are between the two pahanya, then I guarantee him Paradise." (HR Tirmidzi) Demikian jaminan Rasulullah saw terhadap mereka yang mampu bersikap bijak dan arif dalam memanfaatkan anugerah Allah yang berupa lisan. (HR Tirmidzi) The Prophet assurance that they are able to be wise and sensible use the grace of God in the form of oral.

Dalam memahami ayat ini, sahabat Sofyan Ats-Tsauri, mengkaitkannya dengan hadits Rasulullah saw yang menyebutkan bahwa seluruh pembicaraan anak Adam akan memberikan keburukan kepadanya, kecuali jika dalam rangka berdzikir kepada Allah atau memerintah kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran. In understanding this verse, friends Sofyan Ats-Tsauri, mengkaitkannya the hadith that the Prophet said that all the talk will give children Adam disrepute to him, unless berdzikir in order to God or to the rule of virtue and prevent kemunkaran. Tepat seperti tiga alternatif yang disodorkan Allah dalam konteks najwa: “kecuali bisikan-bisikan tentang memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. Exactly as the third alternative in the context disodorkan God najwa: "unless the whisper-whisper about giving charity, or do ma'ruf, or make peace among people." Karena jika tidak, dalam pembicaraan seseorang dengan saudaranya secara sembunyi-sembunyi seringkali diintai dan dijadikan perangkap syetan dalam rangka memperkeruh dan menyebabkan kedukaan di tengah orang-orang yang beriman, “Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita”. Because if not, someone in a discussion with his brother is secretly diintai and is often used as a trap syetan in order to confuse cause and dolor in the middle of the believers, "Verily, it is a confidential discussion of the devil, so that those who believe that sorrow ideals ". (Al-Mujadilah: 10) (Al-Mujadilah: 10)

Secara korelatif dan berdasarkan susunannya dalam mushaf, ayat ini muncul setelah 9 ayat sebelumnya diturunkan berhubungan dengan peristiwa pencurian yang dilakukan oleh seorang laki-laki Anshor, Thu’mah bin Ubairiq. Korelatif and based on the order in Manuscripts, this paragraph appeared after 9 verse was revealed before the events related to the theft committed by a man Anshor, Thu'mah bin Ubairiq. Ia menyembunyikan barang curian milik Qatadah bin An-Nu’man di rumah seorang yahudi, Zaid bin As-Samin agar tuduhan diarahkan kepadanya. He hide the swag owned Qatadah bin An-Nu'man in a Jewish home, Zaid bin As-Samin that allegations directed to him. Ketika peristiwa ini diketahui, Thu’mah tidak mengakui perbuatannya, mala ia menuduh orang yahudi yang mencuri barang itu. When this event is known, does not recognize Thu'mah deeds, he mala accuse the Jews of stealing the goods. Bukan itu saja, kerabat-kerabat Thu’mah mengadukan kasus ini kepada Nabi dan meminta beliau membela Thu’mah dan menghukum yahudi, kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu adalah Thu’mah. Not only that, relatives, colleagues Thu'mah bring this case to the Prophet and ask him defend Thu'mah and punish Jews, they know that in spite of the goods stolen was Thu'mah. Nabi sendiri hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu’mah dan kerabatnya sampai turun ayat “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena membela orang-orang yang khianat”. Prophet own almost justify the alleged Thu'mah and relatives to go down verse "We have sent down to thee the Book with the truth, lest ye judge between men with what God has revealed to you, and do not become a rival (who is not guilty) because the people defending the treasonous. " (An-Nisa’: 105). (An-Nisa ': 105). Betapa kejahatan berawal dari tuduhan yang dilakukan secara kolektif yang merupakan materi yang banyak dibicarakan dalam najwa di tengah-tengah masyarakat. How much of the alleged crime was carried out collectively, which is the material that much discussed in najwa in the middle of the community.

Menurut Ash-Shabuni, relevansi ayat di atas dengan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami dari tiga hal berikut: Pertama, apapun materi pembicaraan, baik secara rahasia (berbisik-berbisik) maupun terang-terangan tidak akan lepas dari pengetahuan Allah swt. According to Ash-Shabuni, the relevance of the above paragraph with the previous verses can be understood from the following three things: First, any material for discussion, both in secret (whisper-whisper) or covert will not be separated from the knowledge of Allah. Kedua, segala rencana dan usaha, meskipun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan rahasia akan diketahui Allah swt. Second, all the plans and efforts, even if done with stealth and secrecy will be Allah. Ketiga, tidak ada kebaikan yang diharapkan dari pembicaraan rahasia (berbisik-bisik) kecuali dengan tujuan kebaikan dan perdamaian (ishlah). Third, there is no goodness expected from a confidential discussion (whisper-bisik) except with the goal of peace and goodness (ishlah).

Secara tematis, pembahasan tentang tema “najwa” secara lebih luas ditemukan dalam surah Al-Mujadilah ayat 7 hingga ayat 10. The thematic, discussion on the theme "najwa" more widely found in Surah Al-Mujadilah paragraph 7 to paragraph 10. Lebih khusus, larangan berbuat demikian secara tegas ditujukan kepada orang-orang yang beriman. More specifically, restrictions do so explicitly addressed to those who believe. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. "O those who believe, when you go into a secret, do not you talk about sin, and hostility to the rebel Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebaikan dan takwa. And talk about making good and piety. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepadaNya kamu sekalian akan dikembalikan”. And fear Allah, to Him that you will be returned. " (Al-Mujadilah: 9). (Al-Mujadilah: 9). Menurut Al-Qurthubi, larangan yang ditujukan kepada orang yang beriman tentang perbuatan ini disertai dengan perintah mengenainya. According to Al-Qurthubi, restrictions intended to believers of this act along with the mengenainya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melakukan pembicaraan rahasia seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Munafik. "O those who believe, you do not like the secret talks conducted by the Jews and the hypocrites. Tetapi lakukanlah dengan tujuan meraih ketaatan, ketakwaan dan menghindar diri dari apa yang dilarang Allah swt“. But do it with the goal of achieving obedience, piety, and pull away from what Allah prohibited. "

Kebiasaan jelek dari najwa orang-orang yahudi dan munafik terungkap dari sebab nuzul surah Al-Mujadilah ayat 8. Najwa ugly habits of the Jews and was fulsome nuzul of the Surah Al-Mujadilah paragraph 8. Berdasarkan riwayat yang dikemukakan oleh Al-Qurthubi, ayat ini turun secara khusus tentang orang-orang yahudi dan munafik yang biasa melakukan najwa sambil memandang orang-orang beriman dengan pandangan yang menghina dan merendahkan. Based on the history presented by Al-Qurthubi, this verse came down specifically on the Jews and the usual churchy najwa do look while people believe the view that insult and demean. Sungguh amat buruk prilaku mereka yang kecam oleh Allah swt. Indeed very bad behavior by those who kecam Allah. Tentu orang-orang beriman harus berbeda dan menghindari perilaku buruk seperti mereka. Of those who believe must be different and avoid the bad behavior they like.

Abu Hayan menambahkan, kebiasaan yahudi dan munafik dalam melakukan pembicaraan rahasia adalah dalam konteks perbuatan dosa secara umum, kemudian dalam konteks menyulut permusuhan yang akan memberatkan jiwa seseorang karena terdapat tindakan menzalimi orang lain, dan terakhir dalam konteks yang lebih besar dari itu yaitu untuk merencanakan tindakan penghinaan dan pendurhakaan terhadap Rasulullah saw. Abu Hayan add, Jewish customs and fulsome in their talks secret is in the context of sin in general, and in the context menyulut hostility that will be burdensome, because it is the soul of someone menzalimi other people, and the last in a larger context of the action plan for the contempt and rebellion against the Prophet. Demikian bentuk dan materi pembicaraan orang-orang yahudi dan munafik yang diungkap oleh Al-Qur’an secara berurutan. Such form and content of speech of the Jews and a hypocrite expressed by Al-Qur'an respectively.

Pembicaraan rahasia yang berunsur penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi pernah dilakukan oleh para pemuka Quraisy ketika mereka diundang makan bersama Rasulullah saw. Discussion secret that both insult and harassment against the Prophet was carried out by the leaders of the Quraish when they were invited to eat with the Messenger of Allah. Setelah Rasulullah bersama mereka, beliau membacakan ayat Al-Qur’an dan mengajak mereka beriman kepada Allah swt. After the Messenger of Allah with them, he read Al-Qur'an verses and invites them to believe in Allah. Maka para pemuka Quraisy berbisik-bisik diantara mereka dengan mengatakan, “ia (Muhammad) adalah tukang sihir, orang gila dan hanya membawa cerita-cerita dongeng belaka”. So the Quraish leaders whisper-bisik of them saying, "He (Muhammad) is a magician, a madman and just bring the stories pure myth." Begitu tuduhan yang disebarkan diantara mereka terhadap Rasulullah saw yang ternyata banyak dibicarakan dalam forum pembicaraan rahasia diantara mereka. Once the accusations against them are among the Prophet who was discussed in many forums for discussion of them secret. Allah swt mengungkapkan kejadian ini dalam firmanNya, “Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir”. Allah revealed in this word, "We know the situation in how they listen to when they listen to you, and when they whisper-bisik (is) when the wrong people say:" You do not only follow a man who bewitched. " (Al-Isra’: 47). (Al-Isra ': 47).

Memang tergelincirnya pembicaraan seseorang dari ruang kebaikan dan takwa tidak terlepas dari peran syetan yang senantiasa berperan aktif dalam menghiasi pembicaraan rahasia diantara mereka. Indeed tergelincirnya talk someone out of goodness and piety space is the role of the syetan always play an active role in the secret talks between decorate them. “Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syetan, supaya orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tidaklah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka kecuali dengan izin Allah. "Indeed, it is confidential discussion of syetan, so that people who believe that mourn, while the discussion is not to give them a bit mudharat except with the permission of Allah. Dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakkal”. And to Allahlah should those who believe that bertawakkal ". (Al-Mujadilah: 10) (Al-Mujadilah: 10)

Dalam konteks sekarang, betapa kita harus lebih banyak waspada terhadap apapun jenis pembicaraan yang kita lakukan agar terhindar dari pembicaraan yang justru akan menjadi bumerang dan berdampak buruk kepada diri kita, apalagi di tengah hiruk pikuk pembicaraan yang banyak bernuansa negatif, berunsur provokatif dan berbau tuduhan dan fitnah. In the context now, how we should be more vigilant against any kind of discussion that we do to avoid discussion of the boomerang would be a bad impact and to ourselves, let alone in the middle of the bustle of speech which many nuances negative, both provocative and smelly and allegations slander. Padahal dengan tegas, Allah menyatakan, “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan oleh seseorang melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. But with the firm, God says, "No one ucapanpun spoken by someone in the neighborhood but no angel supervisor who is always present." (Qaaf: 18). (Qaaf: 18). Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan diri dari segala bisikan syetan dalam setiap pembicaraan kita agar terlepas dari jerat kemaksiatan dan kesesatan yang dihembuskannya. Only to God we are seeking self-protection from all whispering syetan in every speech that irrespective of our rope kemaksiatan and are dihembuskannya.

Spiritual and Intellectual Hijra The Turn of Year

At the end of this year, we are back on the turnover two years dimaknai equally important as the momentum in the dynamics of human life, that is, the turnover year Hijrah and Christian. Semangat yang muncul pada setiap pergantian tahun seringkali membawa kita pada imaji sebuah perubahan. The spirit that appears on every turn of year often brings us on a imaji changes. Ya, tentu saja, kita memiliki harapan besar di balik perubahan itu agar kehidupan mendatang jauh lebih baik ketimbang kehidupan masa lalu. Yes, of course, we have great expectations behind the change of life so that future far better life rather than the past.

Hijrah yang dilakukan oleh teladan umat sepanjang masa, Rasulullah Muhammad SAW, merupakan peristiwa heroik dalam upaya membangun kehidupan umat dari masa-masa yang kelam menuju masa-masa yang penuh pencerahan. Hijrah done by the example of all time, Prophet Muhammad SAW, is the heroic events in the effort to build the life of the people of times that the dark times of enlightenment. Dari situlah semangat perubahan terus terabadikan dari generasi ke generasi. Situlah spirit of change continues terabadikan from generation to generation. Simbol-simbol lahiriah ketika umat Muhammad berbondong-bondong melakukan “migrasi” akibat situasi chaos yang membuat kehidupan mereka merasa sangat tidak nyaman pun telah mengalami banyak pergeseran. Symbols when the physical Muhammad berbondong crowd-do "migration" due to the chaos of life that make them feel very uncomfortable experience has many shifting.

Dalam konteks keindonesiaan, simbol-simbol lahiriah di balik peristiwa hijrah semacam itu, jelas sudah jauh bergeser maknanya. In the context keindonesiaan, symbols material behind events such Hijrah, already clearly shifted away its meaning. Hijrah agaknya tak harus dimaknai bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain, tetapi justru yang lebih penting adalah bagaimana agar kita mampu berhijrah dan bermigrasi secara spiritual dan intelektual. Hijrah dimaknai probably should not migrate from one place to another, but even more important is how we are able to emigrate in order to migrate and the spiritual and intellectual. Spiritual berkaitan dengan fondasi rohaniah secara vertikal sebagai wujud sikap kepasrahan total kepada Sang Pemilik Kehidupan, sedangkan intelektual berkaitan dengan kepekaan akal budi dalam membangun semangat kesetiakawanan sosial secara horisontal di tengah kehidupan nyata. Related to the spiritual foundation of spiritual existence as vertical attitude total submission to the owners of life, while the sensitivity associated with intellectual ingenuity in building the spirit of social solidarity in the middle of the horizontal real life.

Jika kedua nilai hijrah ini bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata, bisa jadi tak ada lagi para wakil rakyat yang diuber-uber KPK karena diduga menilap uang negara, penggusuran dan penyingkiran masyarakat miskin, atau berbagai aksi kekerasan yang nyata-nyata telah mengusik keharmonisan dan kedamaian hidup. If both the value of Hijrah this can be implemented in real life, so can no longer the representative of the people who ferret KPK be pursued because the alleged money menilap countries, penggusuran and evacuation of the poor, or a variety of actions of violence that have been positively harass peace and harmony of life .

Nah, selamat menyongsong Tahun Baru 1430 Hijrah dan 2009 Masehi, semoga kita tetap bersemangat untuk melakukan sebuah perubahan besar pada tahun yang akan datang. Well, happy welcome New Year Hijrah 1430 and 2009 BC, I hope we remain excited to make a big change in the years to come. **

So that charity is not futile

"O those who believe, is to obey God, you also obey the RasulNya, and you do not mensia wasted (reward) is charity." (Muhammad: 33) (Muhammad: 33)

Memang Ramadhan dalam konteks waktu dan salah satu dari bulan Allah sudah berlalu meninggalkan kita. Indeed Ramadan in the context of time and one of the days of Allah we leave the past. Namun semangat dan nilai Ramadhan sepatutnya tetap hadir menyertai keseharian kita. But the spirit of Ramadan and the value should remain present accompany us daily. Ramadhan bukan “satu-satunya” bulan untuk beramal dan bertaqarub kepada Allah. Ramadan is not "only" days to do and bertaqarub to God. Ramadhan hanya momentum untuk meningkatkan dan memaksimalkan kebaikan kita sebagai bekal menghadapi sebelas bulan berikutnya. Ramadan only momentum to improve and maximize the good of our stock as the next eleven months. Untuk itu, Ramadhan akan senantiasa hadir menyambangi kita pada setiap tahunnya. Therefore, Ramadan will always be present menyambangi on us every year. Alangkah rugi dan pelitnya seseorang yang hanya mau bersemangat beribadah dan beramal shalih hanya di bulan tertentu. Pelitnya loss and how someone who only want vibrant worship and do Salih only in a particular month. Demikian juga tidaklah baik seseorang yang hanya mampu beribadah dengan baik dan maksimal di tempat tertentu yang mengandung nilai pahala lebih, seperti di Mekkah misalnya ketika menunaikan ibadah umrah atau haji, namun setelah pulang ke tanah air, kelesuan beribadah kembali terjadi di mana-mana. Similarly someone who is not only better able to worship with the good and the maximum at a certain place that has more value reward, such as for example in Mecca when praying the `Umrah or Hajj, but after returning to the country, going back sluggishness worship everywhere.

Ayat ini oleh sebagian mufassir dijadikan dasar akan hilangnya pahala amal kebaikan yang berhasil dilakukan oleh seseorang jika setelah kebaikan itu ia kembali terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan, atau jika ia tidak mampu mempertahankan kebaikan tersebut di waktu berikutnya. This paragraph is made by a mufassir basic wage will be the loss of charitable good works done by someone after a good deed if he fell back into sin and kemaksiatan, or if he was not able to maintain it in good times. Ayat ini juga secara korelatif memiliki hubung kait yang erat dengan ayat sebelumnya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. This paragraph also korelatif have Hubung hook closely with the previous paragraph: "Those who disbelieve and (a) prevent people from the path of Allah and the Messenger after guidance memusuhi it clear to them, they can not give to God mudharat bit. dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad: 32). and God will take (the reward) their deeds. "(Muhammad: 32).

Kontens kedua ayat tersebut intinya berbicara tentang perilaku yang dapat menyia-nyiakan amal kebaikan, Perbedaannya, pada ayat 32 ini ancaman Allah ditujukan kepada mereka yang menghalangi manusia dari jalan Allah dan memusuhi Rasulullah saw, sehingga pada ayat 33 Allah mengingatkan orang-orang yang beriman agar tidak menyia-nyiakan amal ketaatan mereka dengan apapun bentuknya seperti yang diancamkan oleh Allah kepada golongan yang ingkar sebelum mereka. Kontens second paragraph is essentially talking about behavior that can dissipate the good charity, The difference is, in paragraph 32 this threat is addressed to God that they deter people from the path of Allah and the Prophet memusuhi, so that in paragraph 33 of God reminds those who believe that does not dissipate their adherence to the charity of any kind, such as which by God to the group before they were broken. Di sini bentuk kasih sayang Allah terhadap kekasih-Nya dari orang-orang beriman sangat ketara agar mereka tetap ta’at kepad-aNya kapanpun dan di manapun, tanpa ada batasan waktu dan tempat, apalagi alasan sempat dan tidak sempat. Here the love of God to his beloved of the people believe that they are very ketara fixed-ta'at kepad Anya at any time and anywhere, without any limitation of time and place, let alone the reason and had not had time.

Ayat ketiga yang berbicara tentang perilaku yang dapat mensia-siakan amal baik seseorang adalah surah Al-Hujurat: 2 yang bermaksud: The third paragraph that talked about behavior that can be wasted mensia charity good someone is Surah Al-Hujurat: 2 which means:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.” (Al-Hujurat: 2). "O those who believe, do not raise voices beyond voice of the Prophet, and do not say to him with a loud voice, as part of the loudness of the part you will, that does not remove (the reward) deeds, while you do not realize." (Al-Hujurat: 2).

Adab kepada Rasulullah saw. Courtesy to the Prophet. dalam berbicara yang disebutkan oleh ayat ini langsung diperintahkan oleh Allah sawt. mentioned in the talk by this paragraph directly ordered by God sawt. yang ditujukan secara langsung juga kepada orang yang beriman, karena pada hakikatnya taat kepada Rasulullah adalah taat kepada Allah, “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. which is also directly to the people who believe, because in fact he is obedient to obey God, "He who obey the messenger is, indeed he has to obey God. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (An-Nisa’: 80). And whosoever turns away (from the obedience), then we do not have to be a caretaker for them. "(An-Nisa ': 80).

Justeru tidak berakhlak baik kepada Rasulullah dalam segala bentuknya dapat mengakibatkan hapusnya pahala kebaikan yang dilakukan oleh orang yang beriman. Justeru not good to have a certain Prophet in all its forms can lead to reward good hapusnya done by people who believe.

Terdapat banyak pendapat para ulama tentang sikap dan perilaku yang mengakibatkan terhapusnya amal baik seseorang. There are many opinions of the scholars about the attitude and behavior lead to a good charity deletion.

Imam Ath-Thabari, Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi misalnya menyebutkan bahwa mensia-siakan amal adalah dengan melakukan kaba’ir (dosa-dosa besar. Pendapat seperti ini pernah dikemukakan oleh Hasan Al-Bashri dengan berhujjah dengan surat Al-Hujurat: 2, bahwa tidak beradab kepada Rasulullah merupakan dosa besar yang dapat menghapus pahala amal shalih seseorang. Imam Ath-Thabari, Katsir and Ibn Al-Qurthubi said that for example mensia wasted with the charity is doing kaba'ir (major sins. Books like this never raised by Hasan Al-Bashri with berhujjah with the letter of Al-Hujurat: 2, that is not polite to the Messenger of Allah is a sin which can remove large reward someone Salih charity.

Imam Qatadah pula berpendapat bahwa amal kebaikan akan sia-sia apabila setelah itu diiringi dengan kembali melakukan dosa dan kemaksiatan. Imam Qatadah also argued that the good deed will be useless after that, when accompanied with a return to sin and kemaksiatan. Sedangkan Ibnu Abbas berpandangan bahwa amal kebaikan itu dikhawatirkan akan hapus pahalanya jika disertai dengan riya’ dan ‘ujub (berbangga diri). While Ibn Abbas holds that charity is good is feared will be clear if the reward comes with riya 'and' ujub (berbangga themselves).

Secara umum pendapat mereka berkisar pada segala jenis kemaksiatan dan dosa, apapun bentuknya dikhawatirkan akan menghapus dan mensia-siakan amal taat yang pernah dilakukan oleh seseorang. In general, their opinions on the range and all types of kemaksiatan sin, regardless of feared and will remove mensia wasted obey the charity had done by someone.

Pandangan para ulama di atas diperkuat oleh sebab turun ayat ini seperti yang diriwayatkan oleh Abul Aliyah. The view of the scholars on the strengthened because of this verse came down as diriwayatkan by Abu Al-Aliyah. Abul Aliyah menukil riwayat tentang sebab turun ayat ini bahwa para sahabat sebelum turun ayat ini memandang tidak masalah berbuat dosa karena mereka telah beriman, seperti juga mereka menganggap bahwa tidak ada gunanya amal jika disertai dengan syirik. Abu Al-Aliyah menukil down the history of this paragraph that the friends before going down this verse does not see the problem sin because they had believed, as they assume that there is no use if accompanied by the charity syirik. Maka turunlah ayat ini yang menegur mereka agar berhati-hati dengan setiap dosa karena dapat mensia-siakan amal. Go down this paragraph then the reprimand them careful with every sin because it can wasted mensia charity.

Oleh karena itu, seorang muslim “yang cerdas” adalah seorang yang mampu meneruskan musim ketaatan pasca Ramadhan. Therefore, a Muslim, "the brightest" is one that is capable of continuing adherence post-Ramadan season. Demikian pula, sejatinya orang yang telah mengukir prestasi dengan beramal dan menjalankan ketaatan yang maksimal di bulan Ramadhan, sangat disayangkan jika setelah melewatinya kembali masuk dalam kelompok pelaku maksiat. Similarly, people who have sejatinya sculp achievement with the labor and devotion to run a maximum of Ramadan, it is be pitied if after re-entry through a group of maksiat. Sebagaimana orang-orang yang sudah berhasil merasakan lezatnya ketaatan, indahnya ibadah, sangat disayangkan jika harus kalah dan kembali pada kesengsaraan karena berlumuran dosa dan kemaksiatan. As those who have successful experience lezatnya obedience, beautiful worship, be pitied if you are lost and must return to the woes of sin and berlumuran because kemaksiatan. Padahal di antara tanda diterimanya suatu amal ibadah seseorang adalah jika dia dapat konsisten dan lebih banyak lagi melakukan amal tanpa melihat waktu atau bulan tertentu dan tempat tertentu yang memiliki keutamaan. But in a sign of acceptance of a religious charity is a consistent, if he can and more to charity without the time or see a particular month and the place that has a certain superiority. “Jadilah hamba Rabbani, dan bukan hamba Ramadhani.” Dan itulah makna hakiki dari firman Allah swt, “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. "Be servants Rabbani, and not a servant ramadhani." And that is the true meaning of the word Allah, "And worship your Lord to come to believe that (end)." (Al-Hijr: 99). (Al-Hijr: 99).

So, jangan sia-siakan kebaikan ini dan jadikan “musim Ramadhan” terus mengisi waktu-waktu kita. So, do not chase wasted good and this made the "Ramadan season" continues to fill the time-our time. Amin